Showing posts with label Computer. Show all posts
Showing posts with label Computer. Show all posts
CARA MENGINSTALL LINUX DEBIAN
1. Setting BIOS dengan first booting pada CD ROM
2. Masukkan CD Install Debian Linux
3. Akan muncul tampilan awal untuk menginstall seperti berikut ini
Langkah-langkah Instalasi :
4. Choose Language
- Memilih bahasa yang akan digunakan, pilih English
5. Choose country or region
Memilih Negara, pilih Other untuk melihat pilihan yang lain, pilih Indonesia
6. Select a keyboard layout
- Memilih keyboard, pilih American English
7. Detect and mount CD ROM
- Komputer akan mendeteksi hardware untuk pencarian driver CD ROM, pilih yes
8. Load Installer components from CD
- Tunggulah selama computer sedang dalam proses
9. Detect network hardware
- computer akan mencari hardware untuk jaringan
10.Configure the network
Pilih Configure network manually
1)Masukkan IP Address
2)Masukkan subnet mask, tapi biasanya subnet mask terisi secara otomatis
3)Masukkan gateway sesuai dengan gateway server
4)Masukkan IP Address DNS server
5)Masukkan hostname
6)Masukkan domain name
11. Detect disk
- computer sedang dalam proses untuk mendeteksi disk
12. Partition disk :
Pilih Manually edit partition table
Buat 3 bagian untuk partisi pada harddisk
i. Root = 4 GB, filesystem = ext, type= primary
ii. Home = 3 GB, filesystem = ext, type=logical
iii. Swap area = 1 GB, filesystem = swap
Setelah selesai, pilih Finish partition and write, pilih yes
13. Configure time zone
- computer akan mengkonfigurasi untuk waktu yang digunakan menurut wilayah
14. Configure the clock
- Konfigurasi untuk jam menurut wilayah, pilih no
15. Set up users and password
Langkah pertama buatlah password untuk root
1)Masukkan lagi password yang sama
2)Kemudian buatlah user baru, masukkan nama user
3)Buatlah nama untuk user account juga
4)Masukkan password untuk user
5)Masukkan lagi password yang sama untuk user
16. Install the base system
- Komputer akan menginstal system dasar debian
17. Configure the package manager
- Komputer mengkonfigurasi “package manager”
18. Select and Install software
- Komputer akan menginstall software yang ada
19. Install the GRUB boot loader on a harddisk
- Komputer menginstal GRUB boot loader, pilih yes
20. Install the boot loader on a harddisk
21. Continue without boot loader22. Finish the Installation
Cara Instal Aplikasi Fahma-Hania di Ponsel (Juara APICTA dan INAICTA 2010)
Berita Terbaru (15-Okt-10):
Puji syukur ke hadirat YME, Tim Fahma-Hania berhasil meyakinkan dewan juri dan menjadi Juara 1 International APICTA Awards 2010 di Kuala Lumpur. Salah satu yang mereka lakukan saat penjurian (APICTA maupun INAICTA) adalah meminta dewan juri menyebutkan suatu binatang apapun untuk dibuat aplikasinya dalam 10 menit ditunggu, dari nol sampai tuntas, lengkap dengan suaranya. Tautannya: Juara APICTA Kategori SD-SMP-SMA
Mereka bercita-cita memberikan kesempatan kepada Presiden RI memesan sebuah aplikasi seperti ini (tentang apa pun) dan akan dikerjakan di depan beliau dalam waktu kurang dari 10 menit. O iya, tahun sebelumnya Fahma pernah Juara 2 Menggambar Komik dan Juara 1 Ilmuwan Robot Cilik di Bandung, jadi sedikit terbiasa menggambar "on the fly" dan membuat program/script, di hadapan siapa pun.
Selain itu, pada awal Oktober, di email dari Nokia kepada kami, Fahma-Hania disebut sebagai "Pemrogram Termuda Ovi Nokia". Tautannya:
Tim Fahma-Hania di Mobile Entertainment
Tim Fahma-Hania di Nokia Conversations
O iya, sebetulnya Tim Fahma-Hania sudah punya 2 aplikasi baru: DUIT dan Professor Asteroid, dan 5 ide aplikasi (sudah dicatat di Design Book-nya), tapi belum mereka belum puas-tuntas, menunggu ada waktu senggang.

Aplikasi Revisi (30-Sep-2010):
Aplikasi ENRICH versi yang lebih baik dan tetap GRATIS kini sudah tersedia di Ovi Store Nokia. Aplikasi Fahma-Hania lainnya masih mengantri uji kualitas. Silakan kunjungi situs ini:
ENRICH - English for Indonesian Children
Silakan coba di ponsel Pembaca! Contoh tampilannya ada di sebelah kanan, yang Pembaca dapat mencoba memainkannya sekarang juga: klik saja tombol "Play"-nya.
Cara instal aplikasi di ponsel Pembaca:
Lihat tautan-tautan aplikasi bernomor 1, 2, dan 3 di bawah ini.
A. Bagi Pengunjung web ini via komputer: klik kanan, lalu "Save Link As", lalu simpan filenya di komputer, dan pindahkan ke ponsel (dengan kabel atau Bluetooth).
B. Bagi Pengunjung web ini via ponsel: langsung klik saja.
1. ENRICH - English for Kids
2. MANTAP - Matematika untuk Anak Pintar
3. BAHANA - Belajar Huruf, Angka, dan Warna
Aplikasi-aplikasi lainnya sedang Fahma kembangkan. Nantikan juga versi lengkap hasil polesan Tim Profesional!
source : perkembangananak.com
Puji syukur ke hadirat YME, Tim Fahma-Hania berhasil meyakinkan dewan juri dan menjadi Juara 1 International APICTA Awards 2010 di Kuala Lumpur. Salah satu yang mereka lakukan saat penjurian (APICTA maupun INAICTA) adalah meminta dewan juri menyebutkan suatu binatang apapun untuk dibuat aplikasinya dalam 10 menit ditunggu, dari nol sampai tuntas, lengkap dengan suaranya. Tautannya: Juara APICTA Kategori SD-SMP-SMA
Mereka bercita-cita memberikan kesempatan kepada Presiden RI memesan sebuah aplikasi seperti ini (tentang apa pun) dan akan dikerjakan di depan beliau dalam waktu kurang dari 10 menit. O iya, tahun sebelumnya Fahma pernah Juara 2 Menggambar Komik dan Juara 1 Ilmuwan Robot Cilik di Bandung, jadi sedikit terbiasa menggambar "on the fly" dan membuat program/script, di hadapan siapa pun.
Selain itu, pada awal Oktober, di email dari Nokia kepada kami, Fahma-Hania disebut sebagai "Pemrogram Termuda Ovi Nokia". Tautannya:
Tim Fahma-Hania di Mobile Entertainment
Tim Fahma-Hania di Nokia Conversations
O iya, sebetulnya Tim Fahma-Hania sudah punya 2 aplikasi baru: DUIT dan Professor Asteroid, dan 5 ide aplikasi (sudah dicatat di Design Book-nya), tapi belum mereka belum puas-tuntas, menunggu ada waktu senggang.
Aplikasi Revisi (30-Sep-2010):
Aplikasi ENRICH versi yang lebih baik dan tetap GRATIS kini sudah tersedia di Ovi Store Nokia. Aplikasi Fahma-Hania lainnya masih mengantri uji kualitas. Silakan kunjungi situs ini:
ENRICH - English for Indonesian Children
Silakan coba di ponsel Pembaca! Contoh tampilannya ada di sebelah kanan, yang Pembaca dapat mencoba memainkannya sekarang juga: klik saja tombol "Play"-nya.
Cara instal aplikasi di ponsel Pembaca:
Lihat tautan-tautan aplikasi bernomor 1, 2, dan 3 di bawah ini.
A. Bagi Pengunjung web ini via komputer: klik kanan, lalu "Save Link As", lalu simpan filenya di komputer, dan pindahkan ke ponsel (dengan kabel atau Bluetooth).
B. Bagi Pengunjung web ini via ponsel: langsung klik saja.
1. ENRICH - English for Kids
2. MANTAP - Matematika untuk Anak Pintar
3. BAHANA - Belajar Huruf, Angka, dan Warna
Aplikasi-aplikasi lainnya sedang Fahma kembangkan. Nantikan juga versi lengkap hasil polesan Tim Profesional!
source : perkembangananak.com
Serial Number Windows XP SP 3
Posted by
admin
on Tuesday, 28 September 2010
/
Labels:
Computer,
Informations,
Sistem Operasi,
Windows
/
Langsung saja disini bagi yang membutuhkan serial Windows XP SP 3 :
M8J3M-QRKTX-HT48F-R8CDV-4V27J
TGRH7-K6QR3-RT6J4-V36FP-869HT
Q3W2X-3WQ7W-F68F4-HYQ36-DXR7W
TDJCX-XCHDT-T3Y8W-TGQ8B-D2BJY
J9K7P-MHJWJ-23JKJ-QGYH4-7WY78
Q29WY-6B4BQ-Y3R74-FDWTV-QBK3J
MRHFC-MTV8J-6PJVR-CBTFF-VBRBB
FCKGW-RHQQ2-YXRKT-8TG6W-2B7Q8
RHKG3-8YW4W-4RHJG-83M4Y-7X9GW
M8J3M-QRKTX-HT48F-R8CDV-4V27J
TGRH7-K6QR3-RT6J4-V36FP-869HT
Q3W2X-3WQ7W-F68F4-HYQ36-DXR7W
TDJCX-XCHDT-T3Y8W-TGQ8B-D2BJY
J9K7P-MHJWJ-23JKJ-QGYH4-7WY78
Q29WY-6B4BQ-Y3R74-FDWTV-QBK3J
MRHFC-MTV8J-6PJVR-CBTFF-VBRBB
FCKGW-RHQQ2-YXRKT-8TG6W-2B7Q8
RHKG3-8YW4W-4RHJG-83M4Y-7X9GW
Kelas-Kelas IP Address
PENGKELASAN IP
Untuk mengatur alamat masing-masing komputer pada suatu jaringan, digunakanlah IP Address. IP Address adalah suatu alamat yang diberikan ke peralatan jaringan komputer untuk dapat diidentifikasi oleh komputer yang lain. Dengan demikian masing-masing komputer dapat melakukan proses tukar-menukar data / informasi, mengakses internet, atau mengakses ke suatu jaringan komputer dengan menggunakan protokol TCP/IP. IP Address digunakan untuk mengidentifikasi interface jaringan pada host dari suatu mesin (komputer). IP Address terdiri dari sekelompok bilangan biner 32 bit yang dibagi menjadi 4 bagian. Masing-masing bagian terdiri dari 8 bit, yang berarti memiliki nilai desimal dari 0 sampai 255. Tiap 8 bit ini disebut sebagai oktet. Bentuk IP Address adalah sebagai berikut:
xxxxxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx
Setiap tanda simbol “x” dapat kita gantikan oleh angka 0 dan 1, misal :
11000000.10101000.00000000.00000001
Notasi IP Address dengan bilangan biner seperti di atas tidak mudah kita baca dan hapalkan. Oleh karena itu, untuk memudahkan dalam membaca dan mengingat suatu alamat IP dalam jaringan, IP Address sering ditulis sebagai 4 bilangan desimal yang masing-masing dipisahkan oleh sebuah titik. Setiap bilangan desimal tersebut merupakan nilai dari satu oktet (8 bit) IP Address, misalnya :
11000000.10101000.00000000.00000001
192 . 168 . 0 . 1
IP Address dapat dipisahkan menjadi dua bagian, yaitu host ID dan network ID. Host ID berfungsi untuk mengidentifikasi host dalam suatu jaringan. Sedangkan Network ID berfungsi untuk mengidentifikasikan suatu jaringan dari jaringan yang lain. Hal ini berarti seluruh host yang tersambung di dalam jaringan yang sama memiliki network ID yang sama pula. Sebagian dari bit-bit bagian awal dari IP Address merupakan network ID atau network number, sedangkan sisanya untuk host. Garis pemisah antara bagian network dan host tidak tetap (konstan), tergantung pada kelas network yang kita gunakan.
Terdapat beberapa kelas IP Address yang digunakan dalam TCP/IP dalam suatu jaringan, yaitu kelas A, kelas B, kelas C, kelas D, dan kelas E.
KELAS A
Pada jaringan IP Address kelas A, bit pertama dari IP address tersebut adalah 0. Bit pertama dan 7 bit berikutnya (8 bit per¬tama) merupakan network ID, sedangkan 24 bit terakhir merupakan host ID. Maka pada kelas A hanya terdapat 128 network IP Address dengan jangkauan dari 0.xxx.xxx.xxx sampai 127.xxx.xxx.xxx.
KELAS B
Pada jaringan IP Address kelas B, 2 bit pertama dari IP address adalah 10. Dua bit ini dan bit berikutnya (16 bit pertama) merupakan network ID. Sedangkan 16 bit terakhir merupakan host ID. Maka pada kelas B terdapat 16384 network IP Address dengan jangkauan dari 128.0.xxx.xxx sampai 191.255.xxx.xxx.
KELAS C
Pada jaringan IP Address kelas C, 3 bit pertama dari IP Address adalah 110. Tiga bit ini dan 21 bit berikutnya (24 bit pertama) merupakan network ID. Sedangkan 8 bit terakhir merupakan host ID. Maka pada kelas C terdapat lebih dari 2 juta network IP Address dengan jangkauan dari 192.0.0.xxx sampai 223.255.255.xxx.
KELAS D
Pada jaringan IP Address kelas D, 4 bit pertama dari IP Address ini adalah 1 1 1 0. Sedangkan bit sisanya digunakan untuk grup host pada jaringan dengan range IP antara 224.0.0.0 – 239.255.255.255. IP Address Kelas D digunakan untuk multicasting, yaitu pemakaian aplikasi secara bersama-sama oleh sejumlah komputer. Multicasting berfungsi untuk mengirimkan informasi pada nomor host register. Host-host dikelompokkan dengan meregistrasi atau mendaftarkan dirinya kepada router lokal dengan menggunakan alamat multicast dari range alamat IP Address kelas D. Salah satu penggunaan multicast address pada internet saat ini adalah aplikasi real time video conference yang melibatkan lebih dari dua host (multipoint) dengan menggunakan Mbone (Multicast Backbone).
KELAS E
Pada jaringan IP Address kelas E, 4 bit pertama dari IP Address ini adalah 1 1 1 1. IP address kelas E mempunyai range antara 240.0.0.0 – 254.255.255.255. IP Address kelas E merupakan kelas IP address eksperimen yang dipersiapkan untuk peng¬gunaan IP Address di masa yang akan datang.
Net-ID >> alamat jaringan komputer
Host-ID >> alamat komputer dalam jaringan
IP PRIVATE DAN IP PUBLIC
Berdasarkan jenisnya IP address dibedakan menjadi 2 macam yaitu IP Private dan IP Public.
IP Private adalah suatu IP address yang digunakan oleh suatu organisasi yang diperuntukkan untuk jaringan lokal. Sehingga organisasi lain dari luar organisasi tersebut tidak dapat melakukan komunikasi dengan jaringan lokal tersebut. Contoh pemakaiannya adalah pada jaringan intranet.
Sedangkan Range IP Private adalah sebagai berikut :
Kelas A : 10.0.0.0 – 10.255.255.255
Kelas B : 172.16.0.0 – 172.31.255.255
Kelas C : 192.168.0.0 – 192.168.255.255
IP Public adalah suatu IP address yang digunakan pada jaringan lokal oleh suatu organisasi dan organisasi lain dari luar organisasi tersebut dapat melakukan komunikasi langsung dengan jaringan lokal tersebut. Contoh pemakaiannya adalah pada jaringan internet.
Sedangkan range dari IP Public : range IP address yang tidak termasuk dalam IP Private.
SUBNETTING
Subnetting adalah pembagian suatu kelompok alamat IP menjadi beberapa network ID lain dengan jumlah anggota jaringan yang lebih kecil, yang disebut subnet (subnetwork).
Subnet Mask merupakan angka biner 32 bit yang digunakan untuk :
•Membedakan antara network ID dengan host ID.
•Menunjukkan letak suatu host, apakah host tersebut berada pada jaringan luar atau jaringan lokal.
Tujuan dalam melakukan subnetting ini adalah :
•Membagi satu kelas netwok atas sejumlah subnetwork dengan arti membagi suatu kelas jaringan menjadi bagian-bagian yang lebih kecil.
•Menempatkan suatu host, apakah berada dalam satu jaringan atau tidak.
•Untuk mengatasi masalah perbedaaan hardware dengan topologi fisik jaringan.
•Penggunaan IP Address yang lebih efisien.
Ada dua pendekatan dalam melakukan pembentukan subnet, yaitu :
•Berdasarkan jumlah jaringan yang akan dibentuk.
•Berdasarkan jumlah host yang dibentuk dalam jaringan.
Kedua-duanya akan dipakai untuk menentukan efisiensi pe¬nomoran IP dalam suatu lingkungan jaringan. Pada subnet mask seluruh bit yang berhubungan dengan host ID diset 0. Sedangkan bit yang berhubungan dengan network ID diset 1.
Untuk menentukan suatu host berada pada jaringan luar atau pada jaringan lokal, kita dapat melakukan operasi AND antara subnet mask dengan IP Address asal dan IP Address tujuan, serta membandingkan hasilnya sehingga dapat diketahui ke mana arah tujuan dari paket IP tersebut. Jika kedua hasil operasi tersebut sama, maka host tujuan terletak di jaringan lokal dan paket IP dikirim langsung ke host tujuan. Jika hasilnya berbeda, maka host terletak di luar jaringan lokal, sehingga paket IP dikirim ke default router.
SEKILAS TENTANG IPV6 (IP VERSI 6)
Perkembangan jaringan dan internet yang berkembang sangat pesat akhir-akhir ini membuat Internet Protocol (IP) yang sering digunakan dalam jaringan dengan TCP/IP menjadi ketinggalan. Khususnya, karena sekarang ini telah terdapat berbagai aplikasi pada internet yang membutuhkan kapasitas IP jaringan yang sangat besar dan dengan jumlah yang sangat banyak. Aplikasi-aplikasi tersebut di antaranya email, multimedia menggunakan internet, remote access, FTP (File Transfer Protocol), dan lain sebagainya. Aplikasi ini membutuhkan supply layanan jaringan yang lebih cepat dan fungsi keamanan menjadi faktor terpenting di dalamnya.
Kebutuhan akan fungsi keamanan tersebut tidak dapat dipenuhi oleh IPV4, karena pada IP ini memiliki keterbatasan, yaitu hanya mempunyai panjang address sampai dengan 32 bit saja. Dengan demikian, diciptakanlah suatu IP untuk mengatasi keterbatasan resource Internet Protocol yang telah mulai berkurang serta memiliki fungsi keamanan yang handal (relia¬bility). IP tersebut adalah IPV6 (IP Versi 6), atau disebut juga dengan IPNG (IP Next Generation). IPV6 merupakan pengembangan dari IP terdahulu yaitu IPV4. Pada IP ini terdapat 2 pengalamatan dengan panjang address sebesar 128 bit.
Penggunaan dan pengaturan IPV4 pada jaringan dewasa ini mulai mengalami berbagai masalah dan kendala. Di mulai dari masalah pengalokasian IP address yang akan habis digunakan karena banyaknya host yang terhubung atau terkoneksi dengan internet, mengingat panjang addressnya yang hanya 32 bit serta tidak mampu mendukung kebutuhan akan komunikasi yang aman.
IPv6 mempunyai tingkat keamanan yang lebih tinggi karena berada pada level Network Layer, sehingga dapat mencakup semua level aplikasi. Hal tersebut berbeda dengan IPV4 yang bekerja pada level aplikasi. Oleh sebab itu, IPV6 mendukung penyusunan address secara terstruktur, yang memungkinkan Internet terus berkembang dan menyediakan kemampuan routing baru yang tidak terdapat pada IPV4.
Untuk mengatur alamat masing-masing komputer pada suatu jaringan, digunakanlah IP Address. IP Address adalah suatu alamat yang diberikan ke peralatan jaringan komputer untuk dapat diidentifikasi oleh komputer yang lain. Dengan demikian masing-masing komputer dapat melakukan proses tukar-menukar data / informasi, mengakses internet, atau mengakses ke suatu jaringan komputer dengan menggunakan protokol TCP/IP. IP Address digunakan untuk mengidentifikasi interface jaringan pada host dari suatu mesin (komputer). IP Address terdiri dari sekelompok bilangan biner 32 bit yang dibagi menjadi 4 bagian. Masing-masing bagian terdiri dari 8 bit, yang berarti memiliki nilai desimal dari 0 sampai 255. Tiap 8 bit ini disebut sebagai oktet. Bentuk IP Address adalah sebagai berikut:

xxxxxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx
Setiap tanda simbol “x” dapat kita gantikan oleh angka 0 dan 1, misal :
11000000.10101000.00000000.00000001
Notasi IP Address dengan bilangan biner seperti di atas tidak mudah kita baca dan hapalkan. Oleh karena itu, untuk memudahkan dalam membaca dan mengingat suatu alamat IP dalam jaringan, IP Address sering ditulis sebagai 4 bilangan desimal yang masing-masing dipisahkan oleh sebuah titik. Setiap bilangan desimal tersebut merupakan nilai dari satu oktet (8 bit) IP Address, misalnya :
11000000.10101000.00000000.00000001
192 . 168 . 0 . 1
IP Address dapat dipisahkan menjadi dua bagian, yaitu host ID dan network ID. Host ID berfungsi untuk mengidentifikasi host dalam suatu jaringan. Sedangkan Network ID berfungsi untuk mengidentifikasikan suatu jaringan dari jaringan yang lain. Hal ini berarti seluruh host yang tersambung di dalam jaringan yang sama memiliki network ID yang sama pula. Sebagian dari bit-bit bagian awal dari IP Address merupakan network ID atau network number, sedangkan sisanya untuk host. Garis pemisah antara bagian network dan host tidak tetap (konstan), tergantung pada kelas network yang kita gunakan.
Terdapat beberapa kelas IP Address yang digunakan dalam TCP/IP dalam suatu jaringan, yaitu kelas A, kelas B, kelas C, kelas D, dan kelas E.
KELAS A
Pada jaringan IP Address kelas A, bit pertama dari IP address tersebut adalah 0. Bit pertama dan 7 bit berikutnya (8 bit per¬tama) merupakan network ID, sedangkan 24 bit terakhir merupakan host ID. Maka pada kelas A hanya terdapat 128 network IP Address dengan jangkauan dari 0.xxx.xxx.xxx sampai 127.xxx.xxx.xxx.
KELAS B
Pada jaringan IP Address kelas B, 2 bit pertama dari IP address adalah 10. Dua bit ini dan bit berikutnya (16 bit pertama) merupakan network ID. Sedangkan 16 bit terakhir merupakan host ID. Maka pada kelas B terdapat 16384 network IP Address dengan jangkauan dari 128.0.xxx.xxx sampai 191.255.xxx.xxx.
KELAS C
Pada jaringan IP Address kelas C, 3 bit pertama dari IP Address adalah 110. Tiga bit ini dan 21 bit berikutnya (24 bit pertama) merupakan network ID. Sedangkan 8 bit terakhir merupakan host ID. Maka pada kelas C terdapat lebih dari 2 juta network IP Address dengan jangkauan dari 192.0.0.xxx sampai 223.255.255.xxx.
KELAS D
Pada jaringan IP Address kelas D, 4 bit pertama dari IP Address ini adalah 1 1 1 0. Sedangkan bit sisanya digunakan untuk grup host pada jaringan dengan range IP antara 224.0.0.0 – 239.255.255.255. IP Address Kelas D digunakan untuk multicasting, yaitu pemakaian aplikasi secara bersama-sama oleh sejumlah komputer. Multicasting berfungsi untuk mengirimkan informasi pada nomor host register. Host-host dikelompokkan dengan meregistrasi atau mendaftarkan dirinya kepada router lokal dengan menggunakan alamat multicast dari range alamat IP Address kelas D. Salah satu penggunaan multicast address pada internet saat ini adalah aplikasi real time video conference yang melibatkan lebih dari dua host (multipoint) dengan menggunakan Mbone (Multicast Backbone).
KELAS E
Pada jaringan IP Address kelas E, 4 bit pertama dari IP Address ini adalah 1 1 1 1. IP address kelas E mempunyai range antara 240.0.0.0 – 254.255.255.255. IP Address kelas E merupakan kelas IP address eksperimen yang dipersiapkan untuk peng¬gunaan IP Address di masa yang akan datang.
| PEMBAGIAN KELAS | w | x | y | z | Net-ID | Host-ID | |
| A | IP Address | 1 - 126 | 0 - 255 | 0 - 255 | 0 - 255 | w | xyz |
| Subnet Mask | 255 | 0 | 0 | 0 | |||
| B | IP Address | 128 - 191 | 0 - 255 | 0 - 255 | 0 - 255 | wx | yz |
| Subnet Mask | 255 | 255 | 0 | 0 | |||
| C | IP Address | 192 - 253 | 0 - 255 | 0 - 255 | 0 - 255 | wxy | z |
| Subnet Mask | 255 | 255 | 255 | 0 | |||
Host-ID >> alamat komputer dalam jaringan
IP PRIVATE DAN IP PUBLIC
Berdasarkan jenisnya IP address dibedakan menjadi 2 macam yaitu IP Private dan IP Public.
IP Private adalah suatu IP address yang digunakan oleh suatu organisasi yang diperuntukkan untuk jaringan lokal. Sehingga organisasi lain dari luar organisasi tersebut tidak dapat melakukan komunikasi dengan jaringan lokal tersebut. Contoh pemakaiannya adalah pada jaringan intranet.
Sedangkan Range IP Private adalah sebagai berikut :
Kelas A : 10.0.0.0 – 10.255.255.255
Kelas B : 172.16.0.0 – 172.31.255.255
Kelas C : 192.168.0.0 – 192.168.255.255
IP Public adalah suatu IP address yang digunakan pada jaringan lokal oleh suatu organisasi dan organisasi lain dari luar organisasi tersebut dapat melakukan komunikasi langsung dengan jaringan lokal tersebut. Contoh pemakaiannya adalah pada jaringan internet.
Sedangkan range dari IP Public : range IP address yang tidak termasuk dalam IP Private.
SUBNETTING
Subnetting adalah pembagian suatu kelompok alamat IP menjadi beberapa network ID lain dengan jumlah anggota jaringan yang lebih kecil, yang disebut subnet (subnetwork).
Subnet Mask merupakan angka biner 32 bit yang digunakan untuk :
•Membedakan antara network ID dengan host ID.
•Menunjukkan letak suatu host, apakah host tersebut berada pada jaringan luar atau jaringan lokal.
Tujuan dalam melakukan subnetting ini adalah :
•Membagi satu kelas netwok atas sejumlah subnetwork dengan arti membagi suatu kelas jaringan menjadi bagian-bagian yang lebih kecil.
•Menempatkan suatu host, apakah berada dalam satu jaringan atau tidak.
•Untuk mengatasi masalah perbedaaan hardware dengan topologi fisik jaringan.
•Penggunaan IP Address yang lebih efisien.
Ada dua pendekatan dalam melakukan pembentukan subnet, yaitu :
•Berdasarkan jumlah jaringan yang akan dibentuk.
•Berdasarkan jumlah host yang dibentuk dalam jaringan.
Kedua-duanya akan dipakai untuk menentukan efisiensi pe¬nomoran IP dalam suatu lingkungan jaringan. Pada subnet mask seluruh bit yang berhubungan dengan host ID diset 0. Sedangkan bit yang berhubungan dengan network ID diset 1.
Untuk menentukan suatu host berada pada jaringan luar atau pada jaringan lokal, kita dapat melakukan operasi AND antara subnet mask dengan IP Address asal dan IP Address tujuan, serta membandingkan hasilnya sehingga dapat diketahui ke mana arah tujuan dari paket IP tersebut. Jika kedua hasil operasi tersebut sama, maka host tujuan terletak di jaringan lokal dan paket IP dikirim langsung ke host tujuan. Jika hasilnya berbeda, maka host terletak di luar jaringan lokal, sehingga paket IP dikirim ke default router.
SEKILAS TENTANG IPV6 (IP VERSI 6)
Perkembangan jaringan dan internet yang berkembang sangat pesat akhir-akhir ini membuat Internet Protocol (IP) yang sering digunakan dalam jaringan dengan TCP/IP menjadi ketinggalan. Khususnya, karena sekarang ini telah terdapat berbagai aplikasi pada internet yang membutuhkan kapasitas IP jaringan yang sangat besar dan dengan jumlah yang sangat banyak. Aplikasi-aplikasi tersebut di antaranya email, multimedia menggunakan internet, remote access, FTP (File Transfer Protocol), dan lain sebagainya. Aplikasi ini membutuhkan supply layanan jaringan yang lebih cepat dan fungsi keamanan menjadi faktor terpenting di dalamnya.
Kebutuhan akan fungsi keamanan tersebut tidak dapat dipenuhi oleh IPV4, karena pada IP ini memiliki keterbatasan, yaitu hanya mempunyai panjang address sampai dengan 32 bit saja. Dengan demikian, diciptakanlah suatu IP untuk mengatasi keterbatasan resource Internet Protocol yang telah mulai berkurang serta memiliki fungsi keamanan yang handal (relia¬bility). IP tersebut adalah IPV6 (IP Versi 6), atau disebut juga dengan IPNG (IP Next Generation). IPV6 merupakan pengembangan dari IP terdahulu yaitu IPV4. Pada IP ini terdapat 2 pengalamatan dengan panjang address sebesar 128 bit.
Penggunaan dan pengaturan IPV4 pada jaringan dewasa ini mulai mengalami berbagai masalah dan kendala. Di mulai dari masalah pengalokasian IP address yang akan habis digunakan karena banyaknya host yang terhubung atau terkoneksi dengan internet, mengingat panjang addressnya yang hanya 32 bit serta tidak mampu mendukung kebutuhan akan komunikasi yang aman.
IPv6 mempunyai tingkat keamanan yang lebih tinggi karena berada pada level Network Layer, sehingga dapat mencakup semua level aplikasi. Hal tersebut berbeda dengan IPV4 yang bekerja pada level aplikasi. Oleh sebab itu, IPV6 mendukung penyusunan address secara terstruktur, yang memungkinkan Internet terus berkembang dan menyediakan kemampuan routing baru yang tidak terdapat pada IPV4.
Manfaatkan DropBox Sebagai Media Pengganti Flashdisk
Sekarang ini betapa pentingnya fungsi flashdisk, tidak lain sangat berguna sekali apabila kita sedang melakukan pekerjaan di kantor, sedangkan pekerjaan tersebut belum selesai dan terpaksa harus diselesaikan dirumah. Tentunya peran flashdisk sangat penting disana
. Akan tetapi yang namanya manusia tak luput dari salah dan lupa
terkadang kita lupa menyimpannya, jatoh, bahkan flashdisk nya hilang
dan tentunya itu sangat membuat kita kesal.
Dengan memanfaatkan DropBox, kita tidak perlu membawa flashdisk tersebut kemana-mana, alias Flashdisk Virtual (tidak nyata).
Kita akan terbebas dari copy paste file ke Flashdisk, solusi terbaik adalah dengan menggunakanmedia penyimpanan online yang sekaligus bisa mensinkronisasikan antara file Anda di kantor dengan file yang ada di rumah ataupun sebaliknya.
Dengan memanfaatkan DropBox, kita tidak perlu membawa flashdisk tersebut kemana-mana, alias Flashdisk Virtual (tidak nyata).
Kita akan terbebas dari copy paste file ke Flashdisk, solusi terbaik adalah dengan menggunakan
Sebuah layanan “
- Anda daftar dulu di DropBox, buat akun kemudian
Download Software yang diperlukan, Install dikomputer Kantor Anda. Setelah terinstal, Anda akan mendapatkan sebuah folder DropBox (biasanya di My Documents), Nah Anda tinggal simpan file-file Anda di folder DropBox tersebut. Sehingga nantinya file Anda bisa disinkronisasikan. - Ketika Anda pulang ke rumah, lakukan hal yang sama, Install Software DropBox di Komputer rumah Anda, jangan lupa masukan identitas atau akun yang sama dengan akun DropBox di kantor Anda. Setelah selesai terinstall dan Anda mendapatkan folder DropBox di komputer, tunggu beberapa saat sampai DropBox melakukan sinkronisasi file (dengan catatan tentunya di rumahpun tersedia koneksi internet).
Setelah beberapa saat, Anda bisa melihat file-file yang Anda simpan di Folder Dropbox di Kantor Anda, kini tersedia juga di Folder DropBox di komputer rumah Anda. Cukup mudah bukan! Anda tinggal mengedit file tersebut, simpan dan keesokan harinya saat di Kantor, Andapun bisa melihat file hasil editan Anda di rumah.
Enaknya lagi, DropBox bisa juga digunakan di Handphone terutama kalau Anda menggunakan iPhone, iPad atau Handphone dengan sistem operasi Android.
Double Desktop, quick solution to hide the screen
Our daily work in the office who is always dealing with computers, of course will feel bored if the only solely dealing with the files work.
Usually prefer games interspersed with light, open Internet, etc..
However, doing such a break above would be annoying as well if the boss found out the same .. even if we are good boss, keep at least we'd be embarrassed to make.
How to prevent it, of course, we immediately close the windows of the games or the Internet we really know the boss will approach us.
This method is certainly very annoying, having to force one by one we close .. yet again with our nerves, .. imaginable .. :)
The solution .., there are many ways that our programs that we should soon disappear without closing it.
One of them we can use DoubleDesktop.
With double the desktop computer as if we have two desktop screen view ..
Display the first screen we can use only for program-related course work, and a longer view we use for our personal.
Therefore, when necessary, with just one click, view the computer screen we would move from one display to another display.
Usually prefer games interspersed with light, open Internet, etc..
However, doing such a break above would be annoying as well if the boss found out the same .. even if we are good boss, keep at least we'd be embarrassed to make.
How to prevent it, of course, we immediately close the windows of the games or the Internet we really know the boss will approach us.
This method is certainly very annoying, having to force one by one we close .. yet again with our nerves, .. imaginable .. :)
The solution .., there are many ways that our programs that we should soon disappear without closing it.
One of them we can use DoubleDesktop.
With double the desktop computer as if we have two desktop screen view ..
Display the first screen we can use only for program-related course work, and a longer view we use for our personal.
Therefore, when necessary, with just one click, view the computer screen we would move from one display to another display.




