HASIL UJIAN DAPAT DILIHAT DI MENU HASIL UJIAN, SILAHKAN KLIK MENU HASIL UJIAN
Showing posts with label Jaringan. Show all posts
Showing posts with label Jaringan. Show all posts

Istilah-Istilah Keamanan Jaringan

Untuk siswa-siswaku di SMK Cijangkar, Jurusan Teknik Komputer Jaringan.Silahkan Cari Materi beserta Contoh nya untuk istilah-istilah Pada Design Keamanan Jaringan. Satu siswa mengambil 1 istilah dan tidak boleh sama dengan siapapun. Terimakasih.
Semoga Sukses!


Cara Sharing Internet dengan Modem GSM (Huwawei)


Baru punya modem alias punya modem baru (Huwawei E160G), dan punya ilmu baru tentang sharing internet pada jaringan LAN. Kedua hal itu membuat saya tertarik untuk mencoba sharing internet dengan modem Huwawei baruku. Setelah beberapa lama mencoba akhirnya berhasil juga (setelah tanya sana sini karena sempat gak bisa). Sebetulnya caranya sangat sederhana alias sederhana sangad, perlu dicatat bahwa yang saya sharing disini adalah dengan jaringan LAN dan Peer to peer (P2P). Jaringan P2P itu adalah menghubungkan 2 komputer dengan menggunakan kabel. Bedanya dengan jaringan pada komputer yang lebih dari satu adalah konfigurasi kabel UTP nya. Jika pada jaringan P2P kabel UTP di buat silang (Crossover) dan pada Jaringan LAN dengan Hub alias komputer yang lebih dari satu dengan model Lurus (Straight). Jadi yang saya gunakan disini adalah kabel dengan model Silang (Crossover) karena jaringannya P2P.

Berikut perbedaan kebel lurus dan silang.

Hubungan antar ujung kabel dapat digambarkan sebagai berikut:

Jika sudah membuat kabel dengan jalur silang, saatnya kita mulai. Dalam hal ini asmusinya adalah modem udah bisa buat ngenet.

Berikut langkah-langkahnya.

1. Hubungkan komputer yang online dengan komputer yang akan di share interntnya dengan kabel yang sudah di buat silang. Pastikan tooltip pada LAN menunjukkan bahwa jaringan LAN berjalan dengan baik.

2. Meskipun kedua komputer sudah dihubungkan dengan kabel tapi kedua komputer tidak saling mengenal. Agar bisa saling mengenal maka harus di buatkan identitas yang di sebut dengan nomor IP (IP address). Caranya adalah lewat Control Panel àNetwork ConnectionàPilih Local Area Connection,

Klik ganda Local Area Connection, maka akan muncul Jendela Berikut:

Pilih Internet Protocol (TCP/IP)dan klik Properties, jendela yang muncul sebagai berikut:

Pilih Use the following IP address kemudian Isikan IP addresnya. IP address sih terserah berapa aja yang penting tidak lebih dari 255.255.255.255, bisa juga dengan contoh di atas. Kemudian OK pada semua jendela.

3. Pada komputer yang akan di bagikan internetnya, untuk keperluan sharing internet tidak perlu di setting IP adressnya karena nanti akan di berikan IP address secara otomatis.

4. Selanjtnya adalah sharing internet. Pada jendela Network Connection terdapat beberapa profile yang digunakan untuk koneksi internet. Penamaanya tergantung pada saat membuat Profile Name pada aplikasi modem Mobile Partner

Misalnya sepeti ini

Karena namanya IM2_Broom maka pada Network Connection juga terdapat Profile IM2_Broom seperti ini:

Untuk melakukan Sharing Internet, klik kanan pada profile yang digunakan kemudian properties sehingga jendela properties akan di tampilkan seperti berikut:

Pilih tab advance kemudian centang Allow other network users to connect through this computer’s Internet connection, klik OK pada peringatan yang diberikan.

Sharing internet sudah berjalan dan pada Network Connection di Komputer Client terdapat Profile baru dengan judul (klo gak salah) Internet Gateway dengan profile IM2_Broom on dengan status Connected. Maka sharing internet sudah dapat di nikmati.

Catatan:

Jika masih belum bisa, biasanya masih terblock dengan Windows Fire wall, maka firewallnya harus di off kan. Caranya ada dengan beberapa cara. Bisa lewat control panel plih Windows Firewall dan pilih Off

Semoga Bermanfaat.

Thanks to : moerhadieberbagi.wordpress.com/2010/03/11/cara-sharing-internet-dengan-modem-gsm-huwawei/




Gratis Buku Linux Server

Buat yang belajar Linux server ,nih ada buku lumayan bagus dari KPLI jakarta , memang buku lama sih tapi lumayan bagus. Judulnya membangun Linux sebagai server, nah buat yang pengen belajar linux baca aja nih buku jangan lupa jangan baca doang tapi di praktekin karena kata dosen ane "Practise make perfect"


ane kasih gambaran dikit yee.. buku ini berisi instalasi Linux slackware,suse dan Redhat sebagai server berbasis text base. konfigurasi sistem,koneksi ke windows sampai menjadikan linux ini web server dan mail server. lumayan kan untuk yang meu menjadi administrator jaringan linux, embat aja nih buku.
yang mau buku Linux download



Kelas-Kelas IP Address

PENGKELASAN IP

Untuk mengatur alamat masing-masing komputer pada suatu jaringan, digunakanlah IP Address. IP Address adalah suatu alamat yang diberikan ke peralatan jaringan komputer untuk dapat diidentifikasi oleh komputer yang lain. Dengan demikian masing-masing komputer dapat melakukan proses tukar-menukar data / informasi, mengakses internet, atau mengakses ke suatu jaringan komputer dengan menggunakan protokol TCP/IP. IP Address digunakan untuk mengidentifikasi interface jaringan pada host dari suatu mesin (komputer). IP Address terdiri dari sekelompok bilangan biner 32 bit yang dibagi menjadi 4 bagian. Masing-masing bagian terdiri dari 8 bit, yang berarti memiliki nilai desimal dari 0 sampai 255. Tiap 8 bit ini disebut sebagai oktet. Bentuk IP Address adalah sebagai berikut:Justify Full

xxxxxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx
Setiap tanda simbol “x” dapat kita gantikan oleh angka 0 dan 1, misal :
11000000.10101000.00000000.00000001

Notasi IP Address dengan bilangan biner seperti di atas tidak mudah kita baca dan hapalkan. Oleh karena itu, untuk memudahkan dalam membaca dan mengingat suatu alamat IP dalam jaringan, IP Address sering ditulis sebagai 4 bilangan desimal yang masing-masing dipisahkan oleh sebuah titik. Setiap bilangan desimal tersebut merupakan nilai dari satu oktet (8 bit) IP Address, misalnya :

11000000.10101000.00000000.00000001
192 . 168 . 0 . 1

IP Address dapat dipisahkan menjadi dua bagian, yaitu host ID dan network ID. Host ID berfungsi untuk mengidentifikasi host dalam suatu jaringan. Sedangkan Network ID berfungsi untuk mengidentifikasikan suatu jaringan dari jaringan yang lain. Hal ini berarti seluruh host yang tersambung di dalam jaringan yang sama memiliki network ID yang sama pula. Sebagian dari bit-bit bagian awal dari IP Address merupakan network ID atau network number, sedangkan sisanya untuk host. Garis pemisah antara bagian network dan host tidak tetap (konstan), tergantung pada kelas network yang kita gunakan.
Terdapat beberapa kelas IP Address yang digunakan dalam TCP/IP dalam suatu jaringan, yaitu kelas A, kelas B, kelas C, kelas D, dan kelas E.

KELAS A
Pada jaringan IP Address kelas A, bit pertama dari IP address tersebut adalah 0. Bit pertama dan 7 bit berikutnya (8 bit per¬tama) merupakan network ID, sedangkan 24 bit terakhir merupakan host ID. Maka pada kelas A hanya terdapat 128 network IP Address dengan jangkauan dari 0.xxx.xxx.xxx sampai 127.xxx.xxx.xxx.

KELAS B
Pada jaringan IP Address kelas B, 2 bit pertama dari IP address adalah 10. Dua bit ini dan bit berikutnya (16 bit pertama) merupakan network ID. Sedangkan 16 bit terakhir merupakan host ID. Maka pada kelas B terdapat 16384 network IP Address dengan jangkauan dari 128.0.xxx.xxx sampai 191.255.xxx.xxx.

KELAS C
Pada jaringan IP Address kelas C, 3 bit pertama dari IP Address adalah 110. Tiga bit ini dan 21 bit berikutnya (24 bit pertama) merupakan network ID. Sedangkan 8 bit terakhir merupakan host ID. Maka pada kelas C terdapat lebih dari 2 juta network IP Address dengan jangkauan dari 192.0.0.xxx sampai 223.255.255.xxx.

KELAS D
Pada jaringan IP Address kelas D, 4 bit pertama dari IP Address ini adalah 1 1 1 0. Sedangkan bit sisanya digunakan untuk grup host pada jaringan dengan range IP antara 224.0.0.0 – 239.255.255.255. IP Address Kelas D digunakan untuk multicasting, yaitu pemakaian aplikasi secara bersama-sama oleh sejumlah komputer. Multicasting berfungsi untuk mengirimkan informasi pada nomor host register. Host-host dikelompokkan dengan meregistrasi atau mendaftarkan dirinya kepada router lokal dengan menggunakan alamat multicast dari range alamat IP Address kelas D. Salah satu penggunaan multicast address pada internet saat ini adalah aplikasi real time video conference yang melibatkan lebih dari dua host (multipoint) dengan menggunakan Mbone (Multicast Backbone).

KELAS E
Pada jaringan IP Address kelas E, 4 bit pertama dari IP Address ini adalah 1 1 1 1. IP address kelas E mempunyai range antara 240.0.0.0 – 254.255.255.255. IP Address kelas E merupakan kelas IP address eksperimen yang dipersiapkan untuk peng¬gunaan IP Address di masa yang akan datang.

PEMBAGIAN KELAS wxy
z
Net-ID
Host-ID
AIP Address 1 - 126 0 - 2550 - 2550 - 255wxyz
Subnet Mask 255 0 0 0
B IP Address 128 - 191 0 - 255 0 - 2550 - 255wx yz
Subnet Mask 255 255 00
C IP Address 192 - 253 0 - 255 0 - 2550 - 255wxy z
Subnet Mask255 255 2550
Net-ID >> alamat jaringan komputer
Host-ID >> alamat komputer dalam jaringan

IP PRIVATE DAN IP PUBLIC
Berdasarkan jenisnya IP address dibedakan menjadi 2 macam yaitu IP Private dan IP Public.
IP Private adalah suatu IP address yang digunakan oleh suatu organisasi yang diperuntukkan untuk jaringan lokal. Sehingga organisasi lain dari luar organisasi tersebut tidak dapat melakukan komunikasi dengan jaringan lokal tersebut. Contoh pemakaiannya adalah pada jaringan intranet.
Sedangkan Range IP Private adalah sebagai berikut :
Kelas A : 10.0.0.0 – 10.255.255.255
Kelas B : 172.16.0.0 – 172.31.255.255
Kelas C : 192.168.0.0 – 192.168.255.255

IP Public adalah suatu IP address yang digunakan pada jaringan lokal oleh suatu organisasi dan organisasi lain dari luar organisasi tersebut dapat melakukan komunikasi langsung dengan jaringan lokal tersebut. Contoh pemakaiannya adalah pada jaringan internet.
Sedangkan range dari IP Public : range IP address yang tidak termasuk dalam IP Private.

SUBNETTING
Subnetting adalah pembagian suatu kelompok alamat IP menjadi beberapa network ID lain dengan jumlah anggota jaringan yang lebih kecil, yang disebut subnet (subnetwork).
Subnet Mask merupakan angka biner 32 bit yang digunakan untuk :
•Membedakan antara network ID dengan host ID.
•Menunjukkan letak suatu host, apakah host tersebut berada pada jaringan luar atau jaringan lokal.

Tujuan dalam melakukan subnetting ini adalah :
•Membagi satu kelas netwok atas sejumlah subnetwork dengan arti membagi suatu kelas jaringan menjadi bagian-bagian yang lebih kecil.
•Menempatkan suatu host, apakah berada dalam satu jaringan atau tidak.
•Untuk mengatasi masalah perbedaaan hardware dengan topologi fisik jaringan.
•Penggunaan IP Address yang lebih efisien.

Ada dua pendekatan dalam melakukan pembentukan subnet, yaitu :
•Berdasarkan jumlah jaringan yang akan dibentuk.
•Berdasarkan jumlah host yang dibentuk dalam jaringan.

Kedua-duanya akan dipakai untuk menentukan efisiensi pe¬nomoran IP dalam suatu lingkungan jaringan. Pada subnet mask seluruh bit yang berhubungan dengan host ID diset 0. Sedangkan bit yang berhubungan dengan network ID diset 1.
Untuk menentukan suatu host berada pada jaringan luar atau pada jaringan lokal, kita dapat melakukan operasi AND antara subnet mask dengan IP Address asal dan IP Address tujuan, serta membandingkan hasilnya sehingga dapat diketahui ke mana arah tujuan dari paket IP tersebut. Jika kedua hasil operasi tersebut sama, maka host tujuan terletak di jaringan lokal dan paket IP dikirim langsung ke host tujuan. Jika hasilnya berbeda, maka host terletak di luar jaringan lokal, sehingga paket IP dikirim ke default router.

SEKILAS TENTANG IPV6 (IP VERSI 6)
Perkembangan jaringan dan internet yang berkembang sangat pesat akhir-akhir ini membuat Internet Protocol (IP) yang sering digunakan dalam jaringan dengan TCP/IP menjadi ketinggalan. Khususnya, karena sekarang ini telah terdapat berbagai aplikasi pada internet yang membutuhkan kapasitas IP jaringan yang sangat besar dan dengan jumlah yang sangat banyak. Aplikasi-aplikasi tersebut di antaranya email, multimedia menggunakan internet, remote access, FTP (File Transfer Protocol), dan lain sebagainya. Aplikasi ini membutuhkan supply layanan jaringan yang lebih cepat dan fungsi keamanan menjadi faktor terpenting di dalamnya.
Kebutuhan akan fungsi keamanan tersebut tidak dapat dipenuhi oleh IPV4, karena pada IP ini memiliki keterbatasan, yaitu hanya mempunyai panjang address sampai dengan 32 bit saja. Dengan demikian, diciptakanlah suatu IP untuk mengatasi keterbatasan resource Internet Protocol yang telah mulai berkurang serta memiliki fungsi keamanan yang handal (relia¬bility). IP tersebut adalah IPV6 (IP Versi 6), atau disebut juga dengan IPNG (IP Next Generation). IPV6 merupakan pengembangan dari IP terdahulu yaitu IPV4. Pada IP ini terdapat 2 pengalamatan dengan panjang address sebesar 128 bit.
Penggunaan dan pengaturan IPV4 pada jaringan dewasa ini mulai mengalami berbagai masalah dan kendala. Di mulai dari masalah pengalokasian IP address yang akan habis digunakan karena banyaknya host yang terhubung atau terkoneksi dengan internet, mengingat panjang addressnya yang hanya 32 bit serta tidak mampu mendukung kebutuhan akan komunikasi yang aman.
IPv6 mempunyai tingkat keamanan yang lebih tinggi karena berada pada level Network Layer, sehingga dapat mencakup semua level aplikasi. Hal tersebut berbeda dengan IPV4 yang bekerja pada level aplikasi. Oleh sebab itu, IPV6 mendukung penyusunan address secara terstruktur, yang memungkinkan Internet terus berkembang dan menyediakan kemampuan routing baru yang tidak terdapat pada IPV4.